Netplan & DNS nameserver Ubuntu 18.04

Selama bertahun untuk setting nameserver kita cukup mengganti /etc/resolv.conf :

nameserver 8.8.4.4
nameserver 8.8.8.8

selain itu kita dapat  merubah di /etc/network/interfaces menjadi

dns-addresses 8.8.4.4, 8.8.8.8

Lalu restart :

sudo systemctl restart networking

atau

sudo /etc/init.d/networking restart

Saat ini versi terbaru ubuntu mulai menggunakan Netplan.

Netplan adalah utilitas baris perintah untuk konfigurasi jaringan pada distribusi Linux tertentu. Netplan menggunakan file deskripsi YAML untuk mengkonfigurasi antarmuka jaringan dan, dari deskripsi tersebut, akan menghasilkan pilihan konfigurasi yang diinginkan untuk alat render (eg. network-manager).

File yang perlu kita setup adalah : /etc/netplan/01-*/yaml.

Sehingga kita perlu meletakkan code seperti berikut di dalamnya:

nameserver:
   addresses: [8.8.4.4, 8.8.8.8]

 

Fix Error #551 in phpMyAdmin 18.04

Error message containts :

Warning in ./libraries/plugin_interface.lib.php#551
count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable

Solution:

You can also fix this by editing the library itself.

  1. Make a backup first
    sudo cp /usr/share/phpmyadmin/libraries/plugininterface.lib.php /usr/share/phpmyadmin/libraries/plugininterface.lib.php.bak
  2. Edit the library
    sudo nano /usr/share/phpmyadmin/libraries/plugin_interface.lib.php
  3. Search for “if (! is_null($options) && count($options) > 0) {”
    or if not found then search for “if ($options != null && count($options) > 0) {”

Then replace it with “if ($options != null) {”

To search in Nano editor press CTRL and W

  1. Save the file (CTRL and O)
  2. Refresh the phpMyAdmin page and try agin.

Backup Stored Procedures and Routines

We need to specify --routines to take backup of stored procedures with data and tables.

The following command will take backup of entire database including stored procedures. For example, your database name is “mydb”.

mysqldump -u root -p –routines mydb > mydb.sql

To take backup of only Stored Procedures and Triggers (Exclude table and data ) use the following command.

mysqldump –routines –no-create-info –no-data –no-create-db –skip-opt mydb > mydb.sql

Reference:
https://tecadmin.net

How to Change Hostname on Ubuntu 18.04

View the current hostname

$ hostnamectl
 Static hostname: dbserver
         Icon name: computer-vm
           Chassis: vm
        Machine ID: baf17aaaa3c343c48cc85d38fa7534c8
           Boot ID: 0c82f3ccd20c4fda9d6d317d551d3ba9
    Virtualization: kvm
  Operating System: Ubuntu 18.04.4 LTS
            Kernel: Linux 4.15.0-1058-aws
      Architecture: x86-64

As you can see in the image above, the current hostname is set to dbserver.

Now, we will change the hostname

1. Using hostnamectl command

sudo hostnamectl set-hostname dbserver2

2. Edit the /etc/hosts file

127.0.0.1   localhost
127.0.0.1   dbserver2

 

Memasang OpenVpn pada Ubuntu 16.04 LTS

Rerefensi : https://www.digitalocean.com/community/tutorials/how-to-set-up-an-openvpn-server-on-ubuntu-16-04

Introduction

Ingin mengakses Internet dengan aman dan aman dari smartphone atau laptop Anda ketika terhubung ke jaringan tidak terpercaya seperti WiFi dari hotel atau kedai kopi? Virtual Private Network (VPN) memungkinkan Anda untuk melintasi jaringan yang tidak dipercaya secara pribadi dan aman seolah-olah Anda berada di jaringan pribadi. Lalu lintas muncul dari server VPN dan melanjutkan perjalanannya ke tujuan.

When combined with HTTPS connections, this setup allows you to secure your wireless logins and transactions. You can circumvent geographical restrictions and censorship, and shield your location and any unencrypted HTTP traffic from the untrusted network.

OpenVPN is a full-featured open source Secure Socket Layer (SSL) VPN solution that accommodates a wide range of configurations. In this tutorial, we’ll set up an OpenVPN server on a Droplet and then configure access to it from Windows, OS X, iOS and Android. This tutorial will keep the installation and configuration steps as simple as possible for these setups.

Prerequisites

Untuk menyelesaikan tutorial ini, Anda akan memerlukan akses ke server Ubuntu 16.04.

Anda perlu mengkonfigurasi pengguna non-root dengan hak akses sudo sebelum Anda memulai panduan ini. Anda dapat mengikuti panduan pengaturan server awal Ubuntu 16.04 kami untuk mengatur pengguna dengan izin yang sesuai. Tutorial yang terhubung juga akan mengatur firewall, yang akan kita anggap sudah ada selama panduan ini.

===bersambung===

PostgreSQL remote connection

This arcticle was writen based PostgreSQL version 10.10 and running on Ubuntu 18.04

Configuring postgresql.conf

Find postgresql.conf

$ find / -name "postgresql.conf"
/usr/lib/tmpfiles.d/postgresql.conf
/etc/postgresql/10/main/postgresql.conf

Open file /etc/postgresql/10/main/postgresql.conf and replace line

listen_addresses = 'localhost'

with

listen_addresses = '*'

Configuring pg_hba.conf

Open file /etc/postgresql/10/main/pg_hba.conf and add following entry at the very end

host    all             all     0.0.0.0/0                    md5
host    all             all     ::/0                         md5

Do not get confused by “md5” option mentioned above. All it means is that a password needs to be provided. If you want client to allow collection without providing any password then change “md5” to “trust” and that will allow connection unconditionally.

Restart postgresql server.

Membuat seluruh elemen dalam Form tidak dapat diakses

Dengan memberikan attribut disabled pada elemen Fieldset

<form id="form1">
    <fieldset disabled>
        <input/>
        <input/>
        <input/>
    </fieldset>
</form>
<br>
<button id="btn_edit">Edit On</button><br>
<button id="btn_lock">Edit Off</button>

Jika menggunakan jQuery :

$("#btn_edit").click(function(){
        $("#form1 :fieldset").prop('disabled',false);
    });

$("#btn_lock").click(function(){
        $("#form1 :fieldset").prop('disabled',true);
    });

 

Memasang Web Server (LAMP) di Ubuntu 16.04

Pengantar

Sebelumnya diasumsikan bahwa kita sudah memiliki Ubuntu 16.04 Server 64bit. Jika Anda belum mengetahui cara instalasi Ubuntu 16.04 dapat dilihat disini. Karena ini untuk server, maka IP Address nya harus di set static. Secara default Ubuntu 16.04 Server tidak dipasangi Graphical User Interface, jadi semua dikendalikan dengan console, text based command.

Rencana yang akan dipasang adalah :

  1. Apache2
  2. MySQL 5
  3. PHP 7

Langkah 1 | Pasang Apache2 Web Server:

– Login lah sebagai user ubuntu yang pertama kali dibuat, user pertama ini memiliki kekhususan karena secara default sudah sebagai sudo user, atau user yang dapat berperan sebagai root. Saat ini prompt dari console Anda masih berupa “$” yang menandakan sebagai role user ‘bukan root’.

Selanjutnya masuklah sebagai root :

sudo -i

Salah satu tanda bahwa kita sedang dalam mode root adalah adanya prompt “#”.

Lakukan Update, agar seluruh komponen OS berada pada status update terkini.

apt-get update

DIlanjutkan dengan memasang/install Apache 2:

apt-get install apache2

Jika berjalan baik tanpa error, selanjutnya kita periksa apakah sudah berfungsi dengan browse dengan browser ke alamat IP server tersebut.

http://<IP address>

Dan akan tampak kira-kira seperti gambar di bawah ini:

Langkah 2 | Pasang MySQL Server:

Ada beberapa pilihan database yang dapat kita lakukan antara lain : MySQL, MariaDB, PostgreSQL, dan sebagainya. Kali ini kita pilih MySQL

sudo apt-get install mysql-server mysql-client

Dalam proses pemasangan ini Anda akan diminta memasukkan pilihan password untuk user database ‘root’:

Sekali lagi:

Keberadaan MySQL dapat diperiksa dengan:

sudo systemctl status mysql

Hasilnya kira-kira akan seperti ini :

toosa@toosa-T580:~$ sudo systemctl status mysql
[sudo] password for toosa: 
? mysql.service - MySQL Community Server
 Loaded: loaded (/lib/systemd/system/mysql.service; enabled; vendor preset: en
 Active: active (running) since Sab 2016-12-17 20:07:08 WIB; 1 day 12h ago
 Main PID: 1548 (mysqld)
 CGroup: /system.slice/mysql.service
 ??1548 /usr/sbin/mysqld

Periksa versi MySQL Anda :

sudo mysql --version

Jika Anda ternyata bermaksud memasang MariaDB, maka MySQL perlu dilepas terlebih dahulu atau dipasang pada port yang berbeda, hal itu tidak dibahas di artikel ini, insyaALLAH akan saya bahas di artikel mendatang. Demikian pula untuk meningkatkan keamanan dari MySQL atau MariaDB akan saya bahas pada artikel selanjutnya.

Langkah 3 | Pasang PHP 7:

Berikutnya kitapasang PHP 7

sudo apt-get update 
sudo apt-get install php7.0-mysql php7.0-curl php7.0-json php7.0-cgi? php7.0 libapache2-mod-php7

Selanjutnya kita periksa versi php yang telah terpasang dengan :

sudo php -v

Kira-kira akan kita dapatkan hasil sebagai berikut :

toosa@toosa-T580:~$ php -v
PHP 7.0.9-1+deb.sury.org~trusty+1 (cli) ( NTS )
Copyright (c) 1997-2016 The PHP Group
Zend Engine v3.0.0, Copyright (c) 1998-2016 Zend Technologies
 with Zend OPcache v7.0.9-1+deb.sury.org~trusty+1, Copyright (c) 1999-2016, by Zend Technologies

Terkahir kita perisksa dengan fungsi phpinfo(), mari kita buat sebuah file info.php

sudo nano  /var/www/html/info.php

Lalu diisi dengan code sebagai berikut :

<?php
phpinfo();
?>

Setelah disimpan, coba cek IP Anda :

Check IP :

ip addr show eth0 | grep inet | awk '{ print $2; }' | sed 's/\/.*$//'

lalu buka browser dengan IP tersebut: http://<IP address>/info.php, contoh :

http://192.168.100.1/info.php

Title bar hilang gara-gara $compiz –replace

Kemarin pagi ketika hendak mengajar ternyata kelas masih kosong, wah mahasiswaku belum ada yang datang ! Akhirnya sambil nunggu mereka datang satu-persatu, jadi iseng deh ngoprek-oprek desktop. Tiba-tiba rindu akan compiz yang ciamik, karena sudah lama hanya ditemani Ubuntustudio 14.04 yang menggunakan XFCE 4.x standard saja, walau sangat ringan.
Tanpa pikir panjang mulailah install compiz :

sudo apt-get install compiz compiz-plugins compizconfig-settings-manager

dst ...

Setelah selesai, lalu switch ke Gnome Display Manager  (gdm), serta  mengaktifkan Compiz nya dari console dengan perintah :

compiz --replace

Nah … disini mulai terjadi keanehan:

  • windows aplikasi nya mepet/menempel ke pojok kiri atas layar dan
  • title windowsnya hilang beserta buton-2 yang ada,
  • fungsi Alt-Tab untuk berpindah-pindah aplikasi yang aktif ternyata macet juga.

Dicoba logout dan login tidak berpengaruh, malah sekarang tidak bisa export display ke LCD projector kelas. Gawat ! Mahasiswa sudah mulai berdatangan …

Dicoba pindahkan, balik lagi ke lightdm :

sudo dpkg-reconfigure gdm

Display manager pindah, tapi hal-hal di atas tidak terpengaruh. 🙁

Setelah googling sedikit jauh, ah TERNYATA … masalahnya ada di cache XFCE4 yang nyangkut, akhirnya :

a- logout
b- log in console mode (ie: CTRL+ALT+F1  and log )
c- rm ~/.cache/sessions/xfce4-session*
d- reswitch to X and log in (ie: CTRL+ALT+F7 and log)

Akhirnya desktop ku kembali normal, Alhamdulillah, kelas pun dimulai 🙂

Ref:

  • http://www.webupd8.org/2014/11/how-to-use-compiz-in-ubuntu-mate-1404.html
  • http://www.webupd8.org/2011/07/how-to-switch-between-gdm-lightdm-or.html
  • https://forum.xfce.org/viewtopic.php?id=5290

 

Upgrade LibreOffice 4.x ke LibreOffice 5.x

Setelah kira-kira 4 bulan berselang dari 17 Desember 2015 yang lalu LibreOffice merilis versi 5.0.4 nya, tanggal 7 April 2016 yang lalu di Berlin, kembali The Document Foundation (TDF) merilis LibreOffice versi berikutnya, yaitu versi 5.1.2.

Sebagai pengguna Ubuntu 14.04 LTS, default LibreOffice yang tersedia adalah masih di versi 4.4.5. Melihat fitur-fitur baru dan ‘katanya’ speed nya lebih baik dari versi 4.x, akhirnya hari ini memberanikan diri untuk menggunakan versi 5.x.

Cara upgrade nya tidak lah terlalu sulit, hanya 4 (empat) langkah : remove yang lama, pasang PPA, update repo, install yang baru, selesai 🙂
Detailnya sebagai berikut :

$ sudo apt-get remove --purge libreoffice
$ sudo add-apt-repository ppa:libreoffice/ppa
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install libreoffice

Saya menggunakan ubuntu studio 14.04, menu libreoffice langsung terupdate, dan ketika start membutuhkan waktu kurang lebih 10 detik saja, lumayan euy !

1 2 3 4 10