Mengenal Plugin Block: Filtered course list

Saat tulisan ini dibuat block ini dapat digunakan pada Moodle versi 3.8 hingga versi 4.3

Plugin ini dapat ditemukan di: https://moodle.org/plugins/block_filtered_course_list

Blok Filtered course list menampilkan daftar course yang dapat dikonfigurasi. Hal ini dimaksudkan sebagai pengganti blok My Course, meskipun keduanya tetap dapat digunakan bersama-sama. Plugin ini dikelola oleh Collaborative Liberal Arts Moodle Project (CLAMP).

Administrator dapat menerapkan berbagai filter yang digunakan untuk mengatur daftar course di blok. Course dapat diurutkan berdasarkan:

  1. kategori,
  2. kecocokan nama pendek,
  3. atau status penyelesaian.
  4. Mendukung Pencocokan regex. Jika semua mata kuliah dalam suatu semester mempunyai nama pendek yang diakhiri dengan kode semester, misalnya, maka administrator dapat menetapkan mata kuliah tersebut untuk muncul di bawah “Mata kuliah saat ini”, “Mata kuliah mendatang” atau judul lainnya.

Administrator dapat menetapkan beberapa judul yang dapat diciutkan dan memilih judul mana, jika ada, yang harus diperluas secara default.

Pilihan lainnya mencakup kemampuan untuk menyembunyikan blokir dari tamu atau pengunjung anonim, untuk memilih apakah admin melihat semua kursus atau miliknya sendiri, dan untuk menyembunyikan atau menampilkan tautan ke pencarian kursus yang lebih komprehensif.

Pengamanan Situs dengan menggunakan headers pada server Nginx

Secure Nginx from Clickjacking with X-FRAME-OPTIONS

Clickjacking

https://owasp.org/www-community/attacks/Clickjacking

X-Frame Options

Header add_header X-Frame-Options “SAMEORIGIN”;

Reference: here

Header X-XSS-Protection

When this header is being sent along with a response and the website contains an XSS attack, the browser will see this XSS attack and stop it from loading. This protection knows 3 levels:

  • X-XSS-Protection: 0; Disables the filter entirely.
  • X-XSS-Protection: 1; Enables the filter but only sanitizes the malicious script
  • X-XSS-Protection: 1; mode=block Enables the filter and completely blocks the page

Example:

add_header X-XSS-Protection "1; mode=block";
atau
add_header X-XSS-Protection "1;";

Reference

https://youtu.be/pV_uX0jDAh4?si=W6gbBjvpvniVDSDB

X-XSS-Protection headers. Protection or vulnerability?

https://webdock.io/en/docs/how-guides/security-guides/how-to-configure-security-headers-in-nginx-and-apache

Resize Guest Disk Virtual Machine

Ringkasan langkah:

  1. Pastikan lokasi disk image yang akan diperbesar kapasitasnya
  2. Tentukan cara yang akan digunakan untuk memperbesar VM nya
    • Lihat informasi partisi pada disk image,
  3. Rename disk image lama, buat Disk image baru dengan ukuran yang diinginkan
  4. Buat disk baru
  5. Jalankan perintah virt-resize

1. Informasi tentang disk image

# virsh dumpxml <GuestName>

contoh:

# virsh dumpxml Digitos_U22_5
<domain type='kvm'>
  <name>Digitos_U22_5</name>
  <uuid>0d737f69-3200-440f-8117-8506bacde339</uuid>
  <metadata xmlns:libosinfo="http://libosinfo.org/xmlns/libvirt/domain/1.0" xmlns:cockpit_machines="https://github.com/cockpit-project/cockpit-machines">
    <libosinfo:libosinfo>
      <libosinfo:os id="http://ubuntu.com/ubuntu/22.04"/>
    </libosinfo:libosinfo>
    <cockpit_machines:data>
      <cockpit_machines:has_install_phase>false</cockpit_machines:has_install_phase>
      <cockpit_machines:install_source_type>file</cockpit_machines:install_source_type>
      <cockpit_machines:install_source>/server_images/ubuntu-22.04.3-live-server-amd64.iso</cockpit_machines:install_source>
      <cockpit_machines:os_variant>ubuntu22.04</cockpit_machines:os_variant>
    </cockpit_machines:data>
  </metadata>
  <memory unit='KiB'>2097152</memory>
  <currentMemory unit='KiB'>2097152</currentMemory>
  <vcpu placement='static'>2</vcpu>
  <os>
    <type arch='x86_64' machine='pc-q35-rhel8.6.0'>hvm</type>
  </os>
  <features>
    <acpi/>
    <apic/>
    <vmport state='off'/>
  </features>
  <cpu mode='host-model' check='partial'/>
  <clock offset='utc'>
    <timer name='rtc' tickpolicy='catchup'/>
    <timer name='pit' tickpolicy='delay'/>
    <timer name='hpet' present='no'/>
  </clock>
  <on_poweroff>destroy</on_poweroff>
<on_reboot>restart</on_reboot>
  <on_crash>destroy</on_crash>
  <pm>
    <suspend-to-mem enabled='no'/>
    <suspend-to-disk enabled='no'/>
  </pm>
  <devices>
    <emulator>/usr/libexec/qemu-kvm</emulator>
    <disk type='block' device='disk'>
      <driver name='qemu' type='raw' cache='none' io='native'/>
      <source dev='/dev/vmdiskpool/vmdisk5'/>
      <target dev='vda' bus='virtio'/>
      <address type='pci' domain='0x0000' bus='0x04' slot='0x00' function='0x0'/>
    </disk>
...

Terlihat bahwa disk image ada di : /dev/vmdiskpool/vmdisk5

2. Lihat informasi partisi pada disk image

# virt-df -h

Misalnya :

# virt-df -h -a /dev/vmdiskpool/vmdisk5 
Filesystem                                Size       Used  Available  Use%
vmdisk5-100g:/dev/sda2                    1.7G       130M       1.5G    8%
vmdisk5-100g:/dev/ubuntu-vg/ubuntu-lv
                                          8.0G       4.2G       3.4G   53%

3. Rename disk image

lvrename /dev/vmdiskpool/vmdisk5 /dev/vmdiskpool/vmdisk5.backup

4. Buat Disk baru

# lvcreate -L <new-size>G -n <nama-disk> <disk-pool>/dev/vg_guests

contoh:

# lvcreate -L 100G -n vmdisk5 /dev/vmdiskpool

5. Resize partisi (optional) dan salin partisi lama ke disk image baru

Bagi yang belum terinstall virt-resize, untuk pengguna Ubuntu, Debian dapat memasangnya sbb:

# apt-get install libguestfs-tools

Berikut penggunaannya:

# virt-resize /dev/vmdiskpool/vmdisk5-backup /dev/vmdiskpool/vmdisk5 --resize /dev/sda2=1.8G  --expand /dev/sda3 --LV-expand /dev/ubuntu-vg/ubuntu-lv

Output nya kira-kira akan seperti ini:

[   0.0] Examining /dev/vmdiskpool/vmdisk5-backup
**********

Summary of changes:

/dev/sda1: This partition will be left alone.

/dev/sda2: This partition will be resized from 1.8G to 1.8G.  The 
filesystem ext4 on /dev/sda2 will be expanded using the ‘resize2fs’ 
method.

/dev/sda3: This partition will be resized from 8.2G to 98.2G.  The LVM PV 
on /dev/sda3 will be expanded using the ‘pvresize’ method.

/dev/ubuntu-vg/ubuntu-lv: This logical volume will be expanded to maximum 
size.  The filesystem ext4 on /dev/ubuntu-vg/ubuntu-lv will be expanded 
using the ‘resize2fs’ method.

**********
[   3.7] Setting up initial partition table on /dev/vmdiskpool/vmdisk5
[  14.9] Copying /dev/sda1
[  14.9] Copying /dev/sda2
 100% ⟦▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒⟧ 00:00
[  18.7] Copying /dev/sda3
 100% ⟦▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒▒⟧ 00:00
[  46.2] Expanding /dev/sda2 using the ‘resize2fs’ method
[  46.3] Expanding /dev/sda3 using the ‘pvresize’ method
[  46.3] Expanding /dev/ubuntu-vg/ubuntu-lv using the ‘resize2fs’ method

Resize operation completed with no errors.  Before deleting the old disk, 
carefully check that the resized disk boots and works correctly.

Reference:

mysqldump in practice

Default

Kasus #1

# mysqldump --no-create-info --complete-insert --insert-ignore pintar_db > pintar_db-20230824-2208.insert-ignore.data

File backup yang dihasilkan:

  1. tidak memuat perintah CREATE [table “” not found /]
  2. kalau ada data yang akan di insert, ternyata sudah ada, maka proses insert record data terkait akan di lewatkan
  3. complete-insert …

Kasus #2 – replace

mysqldump --no-create-info --replace pintar_db > pintar_db-20230827-1554.replace.data

File backup yang dihasilkan:

  1. tidak memuat perintah CREATE [table “” not found /]
  2. kalau ada data yang akan di insert, ternyata sudah ada, maka data tersebut akan direplace oleh data yang baru datang

Kasus #3 – dump table tertentu

Jika Anda akan dumping tabel-tabel t1, t2, dan t3 dari mydb:

mysqldump -u... -p... mydb t1 t2 t3 > mydb_tables.sql

Sebaliknya, Jika Anda akan dumping semua tabel kecuali tabel-tabel t1, t2, dan t3 dari mydb:

DBTODUMP=mydb
SQL="SET group_concat_max_len = 10240;"
SQL="${SQL} SELECT GROUP_CONCAT(table_name separator ' ')"
SQL="${SQL} FROM information_schema.tables WHERE table_schema='${DBTODUMP}'"
SQL="${SQL} AND table_name NOT IN ('t1','t2','t3')"
TBLIST=`mysql -u... -p... -AN -e"${SQL}"`
mysqldump -u... -p... ${DBTODUMP} ${TBLIST} > mydb_tables.sql

Note: Anda dapat mengubah SQL="${SQL} AND table_name NOT IN ('t1','t2','t3')" to SQL="${SQL} AND table_name NOT LIKE 'foo\_%'". Anda juga dapat mengganti kondisi menjadi ‘%foo%’ untuk mendapatkan semua table yang menggandung kosa-kata ‘foo’ dalam nama tabelnya (termasuk didalamnya seperti: ‘food’, ‘fool’, dst).

Kasus #4 – ignore table(s)

Cara lain jika Anda akan dumping semua tabel kecuali tabel-tabel t1, t2, dan t3 dari mydb:

mysqldump -uusername -ppassword dbname \
  --ignore-table=schema.t1    \
  --ignore-table=schema.t2    \
  --ignore-table=schema.t3 > mysqldump.sql

File backup yang dihasilkan:

  1. Semua table di dump tapi tidak akan dumping table t1,t2 dan t3

References:

  1. https://man7.org/linux/man-pages/man1/mysqldump.1.html
  2. https://dba.stackexchange.com/questions/9306/how-do-you-mysqldump-specific-tables

User dan Role di Postgresql

Pengertian role di postgresql

Roles ini berbeda dengan pengertian role  di sistem operasi Unix. Disini tidak ada pembedaan antara users dan groups. Roles dapat diubah-ubah, dan lebih flexible. Misalnya role dapat menjadi anggota dari role yang lain. Role juga dapat memiliki objek dan access control terhadap object2 tersebut. Secara default setiap user memiliki role sendiri.

Melihat user yang sudah ada :

postgres=# SELECT rolname FROM pg_roles;
 rolname  
----------
 postgres
(1 row)

Sebuah role adalah entitas yang dapat memiliki objek database, dan memiliki wewenang terhadap database. Role juga dapat dianggap seperti sebuah “user”, sebuah “group” atau keduanya sekaligus tergantung bagaimana menggunakannya.

Membuat user baru artinya sama dengan membuat role baru :

postgres=# CREATE ROLE admin;
CREATE ROLE
postgres=# SELECT rolname FROM pg_roles;
 rolname  
----------
 postgres
 admin
(2 rows)

Sekarang terlihat sudah ada 2 buah user/role : postgres dan admin.

Memberikan password pada user/role :

postgres=# ALTER ROLE admin WITH PASSWORD 'adminpassword';
ALTER ROLE

Perintah praktis rsync

Syntax dasar perintah rsync

# rsync options source destination

Beberapa opsi (options) dari perintah rsync yang dapat kita manfaatkan, antara lain

  • -v : verbose
  • -r : copy data hingga ke subdirektori terdalam tapi tidak merubah waktu dan permission
  • -a : modus pengarsipan (archive mode), menyalin/copy secara rekursif (hingga direktori2 di bawahnya) dan menyesuaikan Symbolic links, file permission serta user& group ownership dan waktu/timestamps. timestamps.
  • -z : compress file data.
  • -h : human-readable, output numbers in a human-readable format.
  • –dry-run : kalau menggunakan ini maka perintah di jalankan hanya dalam modus simulasi, tidak dieksekusi sesungguhnya
  • — progress : untuk menampilkan progress dari proses synchronization

Contoh copy secara lokal server

rsync -zvh contoh.tar.gz /tmp/backups/

Contoh 1 copy ke remote server

rsync -avzh /root/rpmpkgs root@192.168.0.141:/direktoritujuan

Jika file yang akan dicopy berukuran cukup besar, maka apabila proses copy terputus ditengah jalan, jangan khawatir, rsync akan meneruskan atau melanjutkan sisa yang belum tercopy .

Contoh 2 copy ke remote server

rsync -avu --progress /var/www/moodle-data digitos@103.167.113.106:/data/

Perintah ini akan membuat direktori moodle-data di bawah direktori /data pada tempat tujuan copy, sekaligus menyalin seluruh isinya

Contoh 3 copy ke remote server

rsync -avu --progress /var/www/moodle-data/ digitos@103.167.113.106:/data/

Perintah ini tidak akan membuat direktori moodle-data di bawah direktori /data pada tempat tujuan copy, tetapi sekaligus menyalin seluruh isinya direktori moodle-data langsung di dalam direktori /data/

MySQL: Duplicate table

Duplikasi struktur table nya saja tanpa data

CREATE TABLE new_table LIKE original_table;

Perintah di atas akan membuat duplikat struktur table new_table yang sama persis dengan original_table.

Untk menyalin datanya dapat menggunakan perintah sebagai berikut:

INSERT INTO new_table SELECT * FROM original_table;

Reference: https://popsql.com/learn-sql/mysql/how-to-duplicate-a-table-in-mysql

Insert MySQL Table from *.csv file

Setup local infile

Sebelum dapat melakukan load data secara local ke dalam database, maka perlu memastikan bahwa load infile dalam kondisi aktif

Periksa status local infile

mysql> show global variables like 'local_infile';

Akan memberikan informasi seperti di bawah ini:

+---------------+-------+
| Variable_name | Value |
+---------------+-------+
| local_infile  | OFF   |
+---------------+-------+
1 row in set (0.00 sec)

Untuk mengaktifkan gunakan perintah berikut:

mysql> set global local_infile=true;

Setelah itu silahkan connect ke database dengan parameter local infile

mysql --local_infile=1 -u root -ppassword DB_name

Dan lakukan load data local, seperti:

mysql> load data local infile 'path/file_name.extention' into table table_name;

INSERT

Misalkan kita memiliki table berikut ini:

mysql> desc temp_user_info_data;
+------------+------------+------+-----+---------+----------------+
| Field      | Type       | Null | Key | Default | Extra          |
+------------+------------+------+-----+---------+----------------+
| id         | bigint(10) | NO   | PRI | NULL    | auto_increment |
| userid     | bigint(10) | NO   | MUL | 0       |                |
| fieldid    | bigint(10) | NO   |     | 0       |                |
| data       | longtext   | NO   |     | NULL    |                |
| dataformat | tinyint(2) | NO   |     | 0       |                |
+------------+------------+------+-----+---------+----------------+

Catatan: untuk melihat info lebih detail tentang table dan bagaimana table tersebut di buat, Anda dapat menggunakan perintah:

mysql> desc namatable

atau

mysql> show create table namatable;

Kemudian file data kita diletakkan di /root dengan nama file data *.csv: contoh.csv seperti berikut:

5791,23,11
19766,23,11

Lalu lakukan load data:

mysql> load data local infile '/root/contoh.csv' into table temp_user_info_data fields terminated by ',' (userid,fieldid,data);
Query OK, 2 rows affected (0.01 sec)
Records: 2  Deleted: 0  Skipped: 0  Warnings: 0

Jika data Anda memiliki satu baris pertama yang berisi nama kolom, maka berikan ignore 1 lines seperti berikut:

mysql> load data local infile '/root/contoh.csv' into table temp_user_info_data fields terminated by ',' ignore 1 lines (userid,fieldid,data);

Mod rewrite (part.1)

Mod Rewrite part.1

Mod_Rewrite memungkinkan Anda membuat URL khusus dan sederhana sesuai kebutuhan.

Tulisan ini akan membahas tentang bagaimana mengaktifkan Mod_Rewrite, Membuat dan Menggunakan halaman .htaccess yang diperlukan, dan menyiapkan penulisan ulang URL.

Before we begin generating the actual URL rewrites, we need to activate the apache mod_rewrite module that controls them.

sudo a2enmod rewrite

Perintah mengaktifkan modul atau—jika sudah diaktifkan, menampilkan kata-kata, “Module rewrite sudah diaktifkan”

Setelah modul diaktifkan, Anda dapat mengatur penulisan ulang URL dengan membuat file .htaccess di direktori situs web Anda.

File .htaccess adalah cara untuk mengonfigurasi detail situs web Anda tanpa perlu mengubah file konfigurasi server. Tanda titik yang meng’awali’ nama file akan membuat file ini tidak tampak secara default di dalam folder.

Selain itu, peletakan file .htaccess juga penting. Konfigurasi dalam file itu akan memengaruhi semua yang ada di direktori dan direktori di bawahnya.

Cara mengizinkan perubahan dalam file .htaccess

Untuk mengizinkan file .htaccess menimpa konfigurasi situs web standar, kita awali dengan dengan membuka file konfigurasi. Catatan: Anda memerlukan hak sudo untuk langkah ini.

sudo nano /etc/apache2/sites-available/default

Setelah berada di dalam file itu, temukan bagian berikut, dan ubah baris yang mengatakan AllowOverride dari None menjadi All. Bagian tersebut sekarang akan terlihat seperti ini:

<Directory /var/www/>
                Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
                AllowOverride All
                Order allow,deny
                allow from all
 </Directory>

Setelah Anda menyimpan dan keluar dari file itu, restart apache. File .htaccess sekarang akan tersedia untuk semua situs Anda.

sudo service apache2 restart

Refference: Digital Ocean: How To Set Up Mod_Rewrite

1 2 3 10