Netplan & DNS nameserver Ubuntu 18.04

Selama bertahun untuk setting nameserver kita cukup mengganti /etc/resolv.conf :

nameserver 8.8.4.4
nameserver 8.8.8.8

selain itu kita dapat  merubah di /etc/network/interfaces menjadi

dns-addresses 8.8.4.4, 8.8.8.8

Lalu restart :

sudo systemctl restart networking

atau

sudo /etc/init.d/networking restart

Saat ini versi terbaru ubuntu mulai menggunakan Netplan.

Netplan adalah utilitas baris perintah untuk konfigurasi jaringan pada distribusi Linux tertentu. Netplan menggunakan file deskripsi YAML untuk mengkonfigurasi antarmuka jaringan dan, dari deskripsi tersebut, akan menghasilkan pilihan konfigurasi yang diinginkan untuk alat render (eg. network-manager).

File yang perlu kita setup adalah : /etc/netplan/01-*/yaml.

Sehingga kita perlu meletakkan code seperti berikut di dalamnya:

nameserver:
   addresses: [8.8.4.4, 8.8.8.8]

 

How to Change Hostname on Ubuntu 18.04

View the current hostname

$ hostnamectl
 Static hostname: dbserver
         Icon name: computer-vm
           Chassis: vm
        Machine ID: baf17aaaa3c343c48cc85d38fa7534c8
           Boot ID: 0c82f3ccd20c4fda9d6d317d551d3ba9
    Virtualization: kvm
  Operating System: Ubuntu 18.04.4 LTS
            Kernel: Linux 4.15.0-1058-aws
      Architecture: x86-64

As you can see in the image above, the current hostname is set to dbserver.

Now, we will change the hostname

1. Using hostnamectl command

sudo hostnamectl set-hostname dbserver2

2. Edit the /etc/hosts file

127.0.0.1   localhost
127.0.0.1   dbserver2

 

Memasang Web Server (LAMP) di Ubuntu 16.04

Pengantar

Sebelumnya diasumsikan bahwa kita sudah memiliki Ubuntu 16.04 Server 64bit. Jika Anda belum mengetahui cara instalasi Ubuntu 16.04 dapat dilihat disini. Karena ini untuk server, maka IP Address nya harus di set static. Secara default Ubuntu 16.04 Server tidak dipasangi Graphical User Interface, jadi semua dikendalikan dengan console, text based command.

Rencana yang akan dipasang adalah :

  1. Apache2
  2. MySQL 5
  3. PHP 7

Langkah 1 | Pasang Apache2 Web Server:

– Login lah sebagai user ubuntu yang pertama kali dibuat, user pertama ini memiliki kekhususan karena secara default sudah sebagai sudo user, atau user yang dapat berperan sebagai root. Saat ini prompt dari console Anda masih berupa “$” yang menandakan sebagai role user ‘bukan root’.

Selanjutnya masuklah sebagai root :

sudo -i

Salah satu tanda bahwa kita sedang dalam mode root adalah adanya prompt “#”.

Lakukan Update, agar seluruh komponen OS berada pada status update terkini.

apt-get update

DIlanjutkan dengan memasang/install Apache 2:

apt-get install apache2

Jika berjalan baik tanpa error, selanjutnya kita periksa apakah sudah berfungsi dengan browse dengan browser ke alamat IP server tersebut.

http://<IP address>

Dan akan tampak kira-kira seperti gambar di bawah ini:

Langkah 2 | Pasang MySQL Server:

Ada beberapa pilihan database yang dapat kita lakukan antara lain : MySQL, MariaDB, PostgreSQL, dan sebagainya. Kali ini kita pilih MySQL

sudo apt-get install mysql-server mysql-client

Dalam proses pemasangan ini Anda akan diminta memasukkan pilihan password untuk user database ‘root’:

Sekali lagi:

Keberadaan MySQL dapat diperiksa dengan:

sudo systemctl status mysql

Hasilnya kira-kira akan seperti ini :

toosa@toosa-T580:~$ sudo systemctl status mysql
[sudo] password for toosa: 
? mysql.service - MySQL Community Server
 Loaded: loaded (/lib/systemd/system/mysql.service; enabled; vendor preset: en
 Active: active (running) since Sab 2016-12-17 20:07:08 WIB; 1 day 12h ago
 Main PID: 1548 (mysqld)
 CGroup: /system.slice/mysql.service
 ??1548 /usr/sbin/mysqld

Periksa versi MySQL Anda :

sudo mysql --version

Jika Anda ternyata bermaksud memasang MariaDB, maka MySQL perlu dilepas terlebih dahulu atau dipasang pada port yang berbeda, hal itu tidak dibahas di artikel ini, insyaALLAH akan saya bahas di artikel mendatang. Demikian pula untuk meningkatkan keamanan dari MySQL atau MariaDB akan saya bahas pada artikel selanjutnya.

Langkah 3 | Pasang PHP 7:

Berikutnya kitapasang PHP 7

sudo apt-get update 
sudo apt-get install php7.0-mysql php7.0-curl php7.0-json php7.0-cgi? php7.0 libapache2-mod-php7

Selanjutnya kita periksa versi php yang telah terpasang dengan :

sudo php -v

Kira-kira akan kita dapatkan hasil sebagai berikut :

toosa@toosa-T580:~$ php -v
PHP 7.0.9-1+deb.sury.org~trusty+1 (cli) ( NTS )
Copyright (c) 1997-2016 The PHP Group
Zend Engine v3.0.0, Copyright (c) 1998-2016 Zend Technologies
 with Zend OPcache v7.0.9-1+deb.sury.org~trusty+1, Copyright (c) 1999-2016, by Zend Technologies

Terkahir kita perisksa dengan fungsi phpinfo(), mari kita buat sebuah file info.php

sudo nano  /var/www/html/info.php

Lalu diisi dengan code sebagai berikut :

<?php
phpinfo();
?>

Setelah disimpan, coba cek IP Anda :

Check IP :

ip addr show eth0 | grep inet | awk '{ print $2; }' | sed 's/\/.*$//'

lalu buka browser dengan IP tersebut: http://<IP address>/info.php, contoh :

http://192.168.100.1/info.php

Pemecahan kasus LC_ALL = (unset) di Ubuntu

Bila menemui pesan kesalahan seperti ini atau yang mirip:

perl: warning: Setting locale failed.   
perl: warning: Please check that your locale settings:
....
perl: warning: Falling back to the standard locale ("C").   
locale: Cannot set LC_CTYPE to default locale: No such file or directory   
locale: Cannot set LC_MESSAGES to default locale: No such file or directory   
locale: Cannot set LC_ALL to default locale: No such file or directory

Silahkan dicoba pemecahannya dengan cara berikut:

$ sudo locale-gen "en_US.UTF-8"

lalu 

$ sudo dpkg-reconfigure locales

Semoga berhasil !

Mouse di Ubuntu 14.04 tidak terkendali ?

Saya beberapa kali mengalami kejadian berupa kursor mouse yang tiba-tiba berpindah ke sisi lain dari screen tanpa kita gerakkan, bahkan melakukan klik di tempat yang tidak diduga. Hal ini sangat mengganggu. Ternyata hal ini kemungkinan  disebabkan oleh kerusakan atau gangguan pada TrackPad atau Touchpad laptop. Bisa jadi karena kotor atau penyebab lainnya. Cara yang paling praktis adalah dengan mematikan fungsi track/touch pad tersebut lalu menggunakan mouse untuk sementara waktu atau permanen. Jika Keyboard Anda tidak memiliki fungsi (fn) untuk mematikan/menghidupkan touch pad, maka cara dibawah ini masih bisa Anda lakukan melalui terminal.

Untuk mematikan track/touch pad tersebut Anda perlu terlebih dahulu mencari ‘id’ dari device tersebut, caranya :

xinput list

Contoh hasilnya adalah sebagai berikut :

xlist_input

Disitu terlihat bahwa TouchPad pada laptop saya ( SynPS/2 Synaptics TouchPad )  memiliki ‘id’ = 21. Untuk menonaktifkan touchpad tersebut lakukanlah perintah seperti berikut ini :

xinput –disable 21

Untuk mengaktifkan kembali caranya :

xinput –enable 21

Demikianlah, semoga bermanfaat 🙂 Salam opensource !

 

Memperbaiki masalah “locale”

Masalah yang selalu munculnya teks seperti di bawah ini:

perl: warning: Setting locale failed.   
perl: warning: Please check that your locale settings:   
        LANGUAGE = "en_US:en",   
        LC_ALL = (unset),   
        LC_MESSAGES = "en_US.UTF-8",   
        LANG = "en_US.UTF-8"   
    are supported and installed on your system.   
perl: warning: Falling back to the standard locale ("C").   
locale: Cannot set LC_CTYPE to default locale: No such file or directory   
locale: Cannot set LC_MESSAGES to default locale: No such file or directory   
locale: Cannot set LC_ALL to default locale: No such file or directory   
(Reading database ... 21173 files and directories currently installed.)  
Removing bind9 ...  
 * Stopping domain name service... bind9                                        [ OK ]
Processing triggers for man-db ...   
locale: Cannot set LC_CTYPE to default locale: No such file or directory   
locale: Cannot set LC_MESSAGES to default locale: No such file or directory   
locale: Cannot set LC_ALL to default locale: No such file or directory

Berikut salah satu cara untuk menanggulanginya, kalau tidak berhasil silahkan cari cari lainnya ya 🙂

  1. Jalankan perintah locale untuk melihat locales apa yang sedang terpasang
    $ locale
    LANG=C
    LANGUAGE=
    LC_CTYPE=fi_FI.UTF-8
    LC_NUMERIC="C"
    LC_TIME="C"
    LC_COLLATE=fi_FI.UTF-8
    LC_MONETARY="C"
    LC_MESSAGES=fi_FI.UTF-8
    LC_PAPER="C"
    LC_NAME="C"
    LC_ADDRESS="C"
    LC_TELEPHONE="C"
    LC_MEASUREMENT="C"
    LC_IDENTIFICATION="C"
    LC_ALL=
  2. Kemudian kita bangun locale yang belum terpasang dan direconfigure

    $ sudo locale-gen "en_US.UTF-8"
    Generating locales...
      en_US.UTF-8... done
    Generation complete.
    
    $ sudo dpkg-reconfigure locales
    Generating locales...
      en_US.UTF-8... up-to-date
    Generation complete.

Semoga berhasil ! 🙂

Edubuntu 14.04 LTS telah hadir :)

Semenjak handling software development company praktis Edubuntu tidak pernah tersentuh euy.
Kelihatannya saat ini passion ‘related to education’ kembali muncul, ada kerinduan yang sangat untuk berada di dunia Edu ini 🙂
Pelan-pelan sepertinya akan tune in lagi, terakhir buat buku Edubuntu masih 5.04, wow sudah 10 tahun berlalu, ada perkembangan apa saja ya ? Intip-intip dulu ah [edubuntu.org]

EdubuntuLogo_225

Edubuntu Logo

 

1 2